Cari Cari News - Novak Djokovic berhasil melewati hadangan perdana di turnamen tenis ATP World Tour Final, tadi malam. Djokovic memenangi pertandingan pertamanya atas Tomas Berdych.
Djokovic yang tiba di London dengan sejumlah pertanyaan mengenai bahu kanannya yang sedang cedera, memperlihatkan permainan tanpa celah menghadapi Berdych. Dia membuka pertandingan pertama dengan kemenangan 3-6 6-3 7-6.
Setelah sempat ketinggalan pada empat pertandingan dalam set ketiga, Djokovic baru menemukan permainan terbaiknya pada saat tertinggal 2-4. Sebelum akhirnya bangkit dan memenangi laga sengit ini.
"Itu adalah laga terberat sejak pertandingan US Open. Saya memang tidak puas dengan penampilan saya kali ini, tapi kemenangan adalah kemenangan," kata petenis yang memenangi tiga gelar grand slam tahun ini.
Untuk turun di turnamen ini, bahu Djokovic memang terpaksa diperban untuk menghilangkan rasa sakit. Meski begitu, petenis asal Serbia itu mengaku tidak menderita dengan keadaan yang tengah dialaminya ini.
"Sesuatu yang saya senang adalah kondisi saya. Saya sudah tidak merasakan sakit lagi pada bahu saya. Saya memang kelelahan karena pertandingan berlangsung tiga jam, tapi saya merasakan fisik ini fit," tandasnya dilansir Reuters, Selasa (22/11/2011).
Di pertandingan lainnya, Andy Murray secara mengejutkan harus mengakui keunggulan David Ferrer. Dalam pertandingan ini, Murray kalah dua set langsung 6-4 7-5.
Djokovic yang tiba di London dengan sejumlah pertanyaan mengenai bahu kanannya yang sedang cedera, memperlihatkan permainan tanpa celah menghadapi Berdych. Dia membuka pertandingan pertama dengan kemenangan 3-6 6-3 7-6.
Setelah sempat ketinggalan pada empat pertandingan dalam set ketiga, Djokovic baru menemukan permainan terbaiknya pada saat tertinggal 2-4. Sebelum akhirnya bangkit dan memenangi laga sengit ini.
"Itu adalah laga terberat sejak pertandingan US Open. Saya memang tidak puas dengan penampilan saya kali ini, tapi kemenangan adalah kemenangan," kata petenis yang memenangi tiga gelar grand slam tahun ini.
Untuk turun di turnamen ini, bahu Djokovic memang terpaksa diperban untuk menghilangkan rasa sakit. Meski begitu, petenis asal Serbia itu mengaku tidak menderita dengan keadaan yang tengah dialaminya ini.
"Sesuatu yang saya senang adalah kondisi saya. Saya sudah tidak merasakan sakit lagi pada bahu saya. Saya memang kelelahan karena pertandingan berlangsung tiga jam, tapi saya merasakan fisik ini fit," tandasnya dilansir Reuters, Selasa (22/11/2011).
Di pertandingan lainnya, Andy Murray secara mengejutkan harus mengakui keunggulan David Ferrer. Dalam pertandingan ini, Murray kalah dua set langsung 6-4 7-5.
Cari Cari News - Menteri olaharga, Adi Mallarangeng mengapresiasikan kekalahan Indonesia atas Malaysia. Dia menganggap permainan di laga final tadi cukup menakjubkan. Dia pun siap memberikan bonus sebesar 50 juta untuk para pemain timnas.
"Tim Garuda Muda kita sudah bermain cukup bagus, bermain menyerang tapi walaupun hasil akhirnya kita kalah, namun saya yakin dengan tim Garuda Muda kita ini untuk kita kembangkan kedepan," katanya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (21/11/2011).
Menurutnya, juara umum SEA Games 2011 lebih penting ketimbang hanya menjadi juara pada cabang olahraga sepakbola.
"Yang jelas sekarang kita sudah bisa juara umum, ibarat makan enak tapi kurang sambalnya. Jadi kurang sedikit lagi saja," terangnya.
Menurut dia, cabang olah raga lainnya jug tak bisa diacuhkan. Pasalnya karena itu, Indonesia menjadi juara umum. "Tim sepakbola kita saat ini luar biasa, bisa menyumbangkan perak setelah beberapa kali SEA Games," jelasnya.
Ditambahkannya, mendapatkan perak dari cabang sepakbola itu sudah terhormat. "Sekarang dapat perak sudah kalah terhormat. Dan kita akan kembangkan tim ini dan membinanya untuk tulang punggung timnas kedepan," katanya.
Untuk bonus, sesuai janjinya, bahwa jika mendapatkan emas akan diberikan Rp200 juta, Rp50juta untuk perak dan Rp30 juta untuk perunggu. "Bonus sudah kita siapkan," jelasnya.
"Tim Garuda Muda kita sudah bermain cukup bagus, bermain menyerang tapi walaupun hasil akhirnya kita kalah, namun saya yakin dengan tim Garuda Muda kita ini untuk kita kembangkan kedepan," katanya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (21/11/2011).
Menurutnya, juara umum SEA Games 2011 lebih penting ketimbang hanya menjadi juara pada cabang olahraga sepakbola.
"Yang jelas sekarang kita sudah bisa juara umum, ibarat makan enak tapi kurang sambalnya. Jadi kurang sedikit lagi saja," terangnya.
Menurut dia, cabang olah raga lainnya jug tak bisa diacuhkan. Pasalnya karena itu, Indonesia menjadi juara umum. "Tim sepakbola kita saat ini luar biasa, bisa menyumbangkan perak setelah beberapa kali SEA Games," jelasnya.
Ditambahkannya, mendapatkan perak dari cabang sepakbola itu sudah terhormat. "Sekarang dapat perak sudah kalah terhormat. Dan kita akan kembangkan tim ini dan membinanya untuk tulang punggung timnas kedepan," katanya.
Untuk bonus, sesuai janjinya, bahwa jika mendapatkan emas akan diberikan Rp200 juta, Rp50juta untuk perak dan Rp30 juta untuk perunggu. "Bonus sudah kita siapkan," jelasnya.
Cari Cari News - Dua pilar penting timnas Indonesia asal tanah Papua, Patrich Wanggai dan Titus Bonai, menjadi bintang, pada laga semi final malam ini, kontra Vietnam. Keduanya menyumbang masing-masing satu gol, untuk membuat Indonesia merebut tiket ke final cabang Sepakbola.
Sejak awal pertandingan, kedua tim bermain dengan tempo cepat untuk masing-masing memberi kejutan. Akan tetapi, pertahanan kedua tim juga bermain dengan kedisiplinan tinggi, sehingga sejumlah peluang, masih dapat digagalkan barisan belakang Indonesia dan Vietnam.
Sempat mendominasi serangan, Vietnam mulai tercecer dan kerepotan ketika di pertengahan kedua, tim Garuda Muda mampu mencuri inisiatif serangan, sehingga beberapa aggressor Indonesia beberapa kali meneror pertahanan Vietnam, meski akhirnya kurang beruntung atau diselamatkan kiper Vietnam, Tran Buu Ngoc.
Indonesia terhitung punya banyak peluang emas, melalui aksi Andik Vermansyah, Titus Bonao, Okto Maniani dan Patric Wanggai. Tapi lagi-lagi kiper Vietnam masih mampu mengamankan sarangnya dari bola.
Vietnam juga tak kering peluang. Satu-satu-satunya peluang emas yang didapat, lahir dari aksi Hoang Dinh Tung, yang lepas dari kawalan dan berakselerasi melewati Hasim Kipuw, di sisi kanan pertahanan Indonesia. Tapi kesigapan kiper Kurnia Meiga membuat Hoang gigit jari. Skor 0-0 bertahan sampai turun minum.
Sejak wasit memulai jalannya babak kedua, Indonesia tak mau kecolongan inisiatif. Agresivitas Okto Maniani cs sontak langsung merongrong pertahanan ‘negeri Nguyen’ tersebut. Gol pembuka, lahir dari kaki kiri Patrich Wanggai di menit ke-61. Patrich yang memanfaatkan tendangan bebas yang dimiliki Indonesia, melakukan tugasnya dengan baik.
Sepakan keras mendatarnya, melewati kaki-kaki dari pagar betis pemain-pemain Vietnam. Sempat berusaha diselamatkan kiper Tran Buu Ngoc, tapi derasnya bola tak sanggup dibendung dan menembus jaring gawang Vietnam. Skor berubah 1-0 untuk Garuda Muda.
Tim asuhan Rahmad Darmawan itu, seakan tak puas akan satu gol. Titus Bonai dan Egi Melgiansyah, masing-masing mendapat peluang yang kembali membuat kiper Vietnam berjibaku dengan sengit, masing-masing di menit ke-68 dan 76. Tapi keduanya masih gagal menyarangkan bola lagi ke gawang Vietnam.
Vietnam yang berusaha keluar dari tekanan, kembali harus tersedak gol kedua, melalui kaki kiri Titus Bonai, yang sempat mengenai pemain belakang Vietnam. Kiper Tran Buu Ngoc yang sempat bermain fantastis, harus memungut bola dari gawang untuk kedua kalinya, di menit ke-89. Papan skor pun kembali berubah 2-0 untuk Indonesia.
Sampai sang pengadil meniup peluit panjang tanda laga berakhir, skor tetap tak berubah 2-0. Kemenangan ini, membawa Indonesia kembali bertemu Malaysia di final, yang sebelumnya menekuk Myanmar, 1-0 di semi final pertama.
Susunan Pemain:
Indonesia: Kurnia Mega, Mahadiga Lasut, Egi Melgiansyah/Hendro Siswanto(80’), Octovianus Maniani, Gunawan Dwi Cahyo, Hasim Kipuw, Andik Vermansyah, Diego Michiels, Titus Bonai, Patrich Wanggai, Abdul Rahman.
Vietnam: Tran Buu Ngoc, Au Van Hoan/Duong Thanh Hao (86’), Ngo Hoang Thihn/Le Hoang Thien (70’), Hoang Dinh Tung/Nguyen Tuan Anh (83’), Nguyen Trong Hoang, Le Van Thang, Nguyen Van Quyet, Chu Ngoc Anh, Truong Hyunh Phu, Pham Than Luong, Lam Anh Quang.
Cari Cari News - Akhirnya Garuda Muda terbang dengan mulus ke babak final cabang olahraga sepakbola SEA Games, dengan mengalahkan Vietnam cukup telak 2-0, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (19/11/2011). Pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan, mengungkapkan kepuasannya dengan penampilan apik anak asuhnya pada malam ini.
"Saya sangat puas dengan permainan para pemain pada malam ini. Mereka baik dan bagus," jelas Rahmat usai pertandingan, Sabtu (19/11/2011).
Sejak babak pertama Indonesia memang terus melakukan tekanan dan tidak memberikan para pemain Vietnam untuk melakukan serangan. "Kita memang sengaja malam ini untuk bermain cepat dan melakukan tekanan. Karena kita melihat permainan mereka selama ini cukup membahayakan jika sudah berada di area penalti," ujarnya.
Ia pun mengakui bahwa menggunakan teknik seperti akan beresiko kepada energi para pemain. "Kita tahu dengan permainan seperti ini, sangat menguras energi dan stamina para pemain. Itu memang resikonya," pungkas mantan pelatih Sriwijaya FC ini.
"Saya sendiri memang sedikit khawatir dengan kondisi mereka. Dan mungkin ini permainan dengan tingkat dan ritme yang cukup tinggi," tambahnya.
Permainan yang ditampilkan oleh Garuda Muda malam ini memang sangat baik, dibandingkan dengan pertandingan melawan Malaysia, Kamis (17/11).
"Pada saat tanggal 17 melawan Malaysia memang yang kita mainkan bukan tim inti. Sengaja kita simpan para pemainnya untuk pertandingan malam ini," tandasnya.
Dengan kemenangan ini Indonesia aka n kembali menghadapi juara grup A Malaysia di babak final, Senin (21/11).
Cari Cari News - Michael Schumacher menargetkan finis enam besar pada seri penutup Formula One (F1) di Brasil, pekan depan. Suksesnya menjadi juara di Sirkuit Interlagos ketika masih bersama Benetton dan Ferrari membuat Schumi kian percaya diri.
“Balapan terakhir musim ini sangat cepat dan saya sangat menanti akhir pekan di Brasil,” kata pemegang juara dunia tujuh kali.
“Saya selalu merasakan atmosfer bagus di trek Interlagos dan itu merupakan salah satu arena tradisional di F1,” lanjut Schumi, yang terakhir kali juara di Brasil pada 2002 lalu.
Melihat sejarah bagus yang dialaminya sebelum pensiun, Schumi yakin bisa mewujudkan target finis enam besar pada balapan 27 November mendatang. Apalagi, dalam beberapa seri terakhir, penampilannya bersama Mercedes GP mengalami peningkatan.
“Kami menikmati beberapa hasil bagus berupa finis enam besar pada beberapa balapan terakhir dan saya senang untuk melanjutkan tren itu serta membawa hasil positif di akhir musim,” ungkap pembalap asal Jerman ini.
“Tim bekerja sangat keras untuk meningkatkan performa kami dengan mobil yang tersedia,” pungkasnya, seperti dikutip Autosport, Sabtu (19/11/2011).
Cari Cari News - Tim bola voli putri Indonesia gagal menyabet emas setelah takluk di tangan Thailand dengan skor 2-0. Pasangan bola voli Indonesia, Ayu Cahyaningsiam/Dita Juliana harus menyerah di tangan Kamoltip Kulna/Varapatsorn Radarong.
Duet Indonesia itu harus mengakui keunggulan pasangan Thailand dengan skor 2-0. Di set pertama, Ayu/Dita yang sempat tertinggal lebih dulu harus puas Menutup pertandingan di set pertama dengan skor 22-20.
Di babak selanjutnya, pasangan Indonesia itu tidak bisa mengejar ketinggalan di angka 15-21
"Kami bersyukur bisa mendapat medali dan melangkah ke final karena target kami hanya meraih medali. Sukses ini melebihi harapan kami," kata Ayu selepas laga.
Ayu pun sedikit menyesali keputusan wasit asal Thailand yang memberi fault kepada mereka karena Ayu/Dita tidak mengerti bahasa mereka."Tapi kami tidak apa-apa ini memang rezeki kami bisa," sambung Ayu.
"Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. Pertahanan mereka sangat baik,"tukas Ayu mengomentari kekuatan pasangan Thailand.
Cari Cari News - Panitia penyelenggara, Inasoc mengaku akan memberikan paket penyelenggaraan yang lebih baik pada upacara penutupan SEA Games ke-26, Selasa (22/11/2011). Salah satu faktor yang jadi perhatian utama adalah penyediaan layar raksasa (giant screen).
Seperti diketahui, pada upacara pembukaan yang digelar di Stadion utama Gelora Jakabaring, 11 November lalu, panitia dianggap gagal menyelenggarakannya dengan sukses. Ini tak lepas dari kekecewaan masyarakat yang tidak bisa masuk ke stadion untuk menyaksikan "spektakulernya" acara tersebut.
Kala itu, ratusan masyarakat Palembang kecewa karena tidak bisa masuk ke dalam stadion karena mereka tidak memiliki tiket. Alhasil, kericuhan pun sempat terjadi di depan gerbang masuk Jakabaring Sports Complex.
Tak hanya warga, wartawan dari Jakarta dan Palembang pun mengaku kecewa karena tidak semuanya bisa masuk dalam stadion. Panitia hanya memberikan batasan jumlah wartawan untuk meliput ke dalam stadion.
Nah, berkaca pada kejadian tersebut, Inasoc berjanji akan memberikan paket yang lebih baik pada acara penutupan. Untuk mengakomodir masyarakat yang tidak bisa masuk ke dalam stadion, panitia akan menyediakan lima layar besar (big screen) yang akan ditempatkan di luar area Jakabaring.
"Akan ada lima giant screen di luar untuk mengakomodir masyarakat yang tidak bisa masuk, sehingga mereka bisa menyaksikan dari luar," tutur Indra Yudhistira Ramadhan selaku Deputi Upacara dan Kegiatan Budaya Inasoc.
Permasalahan lain yang terjadi pada upacara pembukaan adalah cuaca yang tidak menentu di Palembang. Diketahui, hujan sempat turun di tengah acara atau pada saat defile kontingen, pidato Menpora dan ketua KONI/KOI, serta prosesi penyalaan obor yang dilakukan oleh Susi Susanti.
Menyikapi hal ini, pihak panitia mengaku akan mengantisipasinya dengan menambah pawang hujan. "Kami akan menambah dua pawang hujan (total 3), dan salah satunya dari luar Palembang. Mudan-mudahan merekan bisa berkolaborasi agar upacara penutupan tidak hujan," sambungnya.
Untuk permasalahan tiket masuk untuk menyaksikan acara penutupan, Indra mengatakan bila harga tiket tidak jauh dari pembukaan. "Harga tiket berkisar Rp250 ribu hingga 1.5 juta," pungkasnya.
Cari Cari News - LCR Honda sudah resmi mendapatkan pengganti Toni Ellias. Dia adalah juara Moto2 2011/2012. Pembalap itu bernama Stefan Bradl.
Seperti diketahui, Bradl memang mendapatkan kesempatan untuk menjajal motor RC212V milik LCR di Valencia, pekan kemarin. Ternyata, Lucio Cecchinello puas dengan performa anak muda kelahiran Jerman ini.
Kini, Bradl telah dikonfirmasi akan menjadi salah satu pembalap andalan LCR untuk MotoGP musim depan. "Ini sangat luar biasa, seperti sebuah impian yang menjadi kenyataan," ungkap Bradl seperti dilansir Autosport, Jumat (18/11/2011).
"Ketika saya pertama kali menjaja; RC212V di Valencia, saya sadar Team LCR sangat profesional dan teroganisir. Jadi, saya yakin mereka akan melakukan terbaik untuk mendukung saya," lanjut pembalap 21 tahun itu.
"Sangat menyenangkan bisa melakukan debut di ajang kelas utama MotoGP dengan mengendarai RC213V. Saya sudah tidak sabar untuk kembali ke lintasan lagi," tegas mantan pembalap Moto2 itu.
Ceccinello berharap, kedatangan Bradl bisa mengembalikan kejayaan LCR pada 2006 silam. Saat itu, tim yang bermarkas di Monte Carlo ini, sempat finis dan naik podium, bersama pembalap Casey Stoner.
"Bersama Honda, kami memang memikirkan nama beberapa pembalap dan Bradl adalah salah satu kandidatnya. Setelah tes di Valencia, kami terkesan dengan potensinya dan determinasinya," kata Cecinello.
"Bradl adalah pembalap muda dan cepat. Dia baru saja menjadi juara Moto2. Jadi, kami percaya bisa tumbuh bersama dalam dua tahun mendatang. Dia sudah akrab dengan staf teknis dan hari ini saya senang menyambut kedatangannya di Tim LCR," pungkasnya.
Cari Cari News - Voli pantai putri Indonesia memastikan meraih tiket final atas nama Ayu dan Dhita setelah mengalahkan pasangan Thailand Sannok/Tenpaksee 2-1 di semifinal, Jumat (18/11/2011).
Babak pertama berlangsung ketat, kombinasi serangan yang ditunjukan kedua pasangan membuat pertandingan sangat menarik, kejar mengejar angka sempat terjadi sampai akhirnya ditutup 22-20 untuk keunggulan pasangan Indonesia.
Memasuki babak kedua, Ayu/Dhita kerap melakukan kesalahan sendiri. Babak ini Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 13-21. Pada babak penentuan, pasangan Indonesia tampil lebih tenang dan berhasil menutup babak ini 15-13 sekaligus memastikan satu tiket ke final.
Di final sudah menanti pasangan Thailand yang lain Kulna/Radarong yang berhasil mengkandaskan perlawanan pasangan Malaysia Teck Hua/Shun Thing dua set langsung 21-14, 21-13.
Peluang meraih emas di final nanti, dikatakaan Agus Salim, pelatih voli pantai putri, sama besar. Menurutnya kemenangan Ayu/Dhita di semi final sedikit mengejutkan karena menghadapi peraih medali emas pada Sea Games 2009 di Laos.
"Tidak menyangka Ayu/Dhita bisa bermain lepas dan mengalahkan juara bertahan, semoga hal ini terulang lagi di final," harap Agus Salim.
Cari Cari News - Atlet anggar Indonesia belum berhasil menambah koleksi medali emasnya lagi, setelah hari ini (17/11/2011) tim anggar Indonesia kembali kalah di babak final ajang Sea Games ke-26, di Depok, Jawa Barat.
Tim putra-putri Indonesia harus mengakui keunggulan lawan-lawannya di Balairung Universitas Indonesia (UI).
Tim Indonesia putra beregu yang digawangi oleh Aditya Baskara, Ricky Hafidz, Sinatrio Rahardjo, dan Hendrawan Susanto gagal menempati podium teratas. Mereka terpaksa bertekuk lutut dari tim Thailand dengan selisih skor yang terpaut jauh yakni 45-29.
Sementara itu, tim beregu perempuan Indonesia digawangi oleh Dian Eka Pertiwi, Dian Rahmayati, Ikah Sarikah , Isnawaty Sri Idar. Mereka juga harus menyerah dari tim lawan yakni negara Vietnam.
Dengan begitu, Indonesia masih memiliki dua sisa medali emas di hari terakhir, besok. Sebab sebelumnya PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) menargetkan tiga medali emas dapat diraih atlet Indonesia.
Sejauh ini, berarti Indonesia telah mengumpulkan satu medali perunggu, enam medali perak, dan satu medali emas dari cabang anggar. Medali emas diraih oleh tim beregu perempuan Indonesia kemarin setelah mengalahkan tim Vietnam.
Cari Cari News - Taufik Hidayat menjadi wakil Indonesia terakhir yang berhasil lolos ke babak semifinal bulutangkis SEA Games. Taufik mengalahkan pebulutangkis Malaysia Daren Liew denga dua set langsung 22-20 21-12.
Sempat ketinggalan 4-2, Liew mampu berbalik unggul menjadi 11-7 setelah pukulannya masuk ke pertahanan Taufik. Menantu Agum Gumelar ini berusaha mengejar ketinggalan. Namun, perolehan poin Taufik justru semakin tertinggal menjadi 14-9.
Usaha Taufik untuk mengejar ketinggalan sia-sia. Pasalnya, pemain Malaysia ini mampu unggul dengan skor 17-12. Perlahan, Taufik mampu menambah poin menjadi 19-17.
Liew terus memperlihatkan permainan yang efektif. Namun beberapa kali Taufik membuat kesalahan. Meski demikian, Taufik masih dapat menyamakan kedudukan menjadi 20-20. Bahkan berbalik unggul 21-20, sebelum akhirnya menang 22-20.
Liew lagi-lagi memimpin dengan skor 4-1 pada awal set kedua. Tapi, tidak butuh waktu lama bagi Taufik untuk menyamakan kedudukan menjadi 7-7. Bahkan, Taufik membalikkan keadaan menjadi 11-7.
Sejak saat itu, Taufik terus meninggalkan perolehan poin Liew menjadi 15-9. Akhirnya, Taufik memastikan kemenangan pada set kedua ini dengan skor 21-12.
Pada babak semifinal, Taufik sudah ditunggu oleh tunggal putra Thailand Tanongsak Saensonbonsuk, yang sudah lebih dulu lolos setelah mengalahkan Yongzhao Ashton Chen 21-13 21-11.
Cari Cari News - Tim voli putri Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam 1-3 pada penyisihan grup di Gedung Palembang Sport Convention Center (PSCC). Kekalahan ini membuat peluang lolos ke final terbilang tipis.
Babak pertama, strategi pertahanan rapat yang diperagakan Vietnam membuat Indonesia kesulitan mengembangkan permainan dan harus mengakui keunggulan Vietnam 17-25. Pada babak kedua, mendapat dukungan penuh dari penonton yang memadati PSCC, Indonesia berhasil unggul 26-24.
Memasuki babak ketiga, Vietnam semakin menunjukan keunggulan dengan pukulan keras dan block yang sempurna. Merah putih tertinggal jauh dan menyerah 14-25 dan 13-25.
Penyebab kekalahan atas Vietnam, dikatakan Pelatih Kepala voli putri, Victor Laiyan, para pemain Indonesia banyak melakukan kesalahan sendiri. "Memang kita kalah kelas dan jam terbang, pemain kita juga banyak melakukan kesalahan," kata Victor kepada wartawan, Kamis (17/11/2011).
Menurut Victor, dengan kekalahan atas Vietnam membuat peluang Indonesia lolos ke final terbilang kecil. Pada partai terakhir penyisihan grup, Indonesia akan menghadapi Thailand yang merupakan tim terkuat di Asia Tenggara.
"Lawan Thailand adalah harapan terakhir kita meski sulit kita akan berusaha keras," lanjutnya.
Cari Cari News - Pertandingan gulat hari kedua (15/11/2011) di Gedung Serbaguna Jakabaring hanya menghasilkan dua perunggu, tim putri gulat Indonesia gagal menyamai prestasi dua emas yang dicapai tim putra kemarin.
Perunggu pertama datang dari Eka Setiawati yang turun di kelas 59 Kg. Untuk kelas ini, medali emas berhasil diraih Wilaiwen Thongkam (Thailand) dan perak direbut Duong Thi Lan (Vietnam). Usai menerima medali, Eka Setiawati mengaku Sea Games 2011 merupakan kali pertamanya dia ikut pertandingan gulat internasional.
"Saya baru pertama kali ikut pertandingan gulat internasional seperti SEA Games kali ini. Banyak lawan berat seperti dari Thailand dan Vietnam. Semoga kedepannya lebih baik lagi," harap Eka Setiawati kepada wartawan, Selasa (15/11/2011).
Pegulat putri Indonesia lainnya yang turun di kelas 55 Kg, Yuliani Sulis, mendapatkan medali perunggu kedua bagi Indonesia. Tran Thi Dieu Ninh (Vietnam) dan Darune Ora In (Thailand) berhasil meraih medali emas dan medali perak pada kelas 55 Kg.
"Saya sebelumnya turun di kelas 51 Kg, ternyata di kelas 55 Kg ini, lawannya sangat berat sekali," ujar Yuliani usai pengalungan medali.
Yuliani meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena hanya menyumbang perunggu. Walaupun demikian, medali perunggu yang dipersembahkannya, didapatkan saat Sulis dalam keadaan mengalami cedera bahu.
Cari Cari News - Hadiah mobil kembali akan diberikan kepada Most Valuable Player (MVP) di musim kedua National Basketball League (NBL) Indonesia. PT General Motors (GM) Autoworld Indonesia resmi telah melanjutkan dukungan untuk liga basket tertinggi di tanah air ini, menyediahkan mobil The All New Chevrolet Spark untuk pemain terbaik.
Dengan kelanjutan kerja sama ini, maka Flexi NBL Indonesia 2011-2012 tetap menjadi liga dengan hadiah pemain terheboh. Musim lalu, untuk kali pertama dalam sejarah Indonesia, ada pemain terbaik yang mendapatkan hadiah mobil. Peraih MVP perdana itu adalah I Made “Lolik” Sudiadnyana, yang kala itu membela Garuda Bandung.
Pihak PT DBL Indonesia, pengelola Flexi NBL Indonesia 2011-2012, mengungkapkan kalau penilaian MVP masih sama seperti musim lalu. Gelar diberikan lewat kombinasi penilaian sepanjang musim reguler. Yaitu sejak seri pembuka di Bandung, mulai 10 Desember nanti, hingga seri keenam sekaligus penutup di Jakarta, awal April mendatang.
Selama musim reguler, semua pemain akan diranking pencapaian statistiknya. Kemudian, di setiap pertandingan, para pelatih memberikan penilaian. Pemain dengan kombinasi nilai tertinggilah yang berhak mendapat The All New Chevrolet Spark.
“Kami, sekaligus mewakili seluruh pemain Flexi NBL Indonesia, mengucapkan terima kasih kepada General Motors Autoworld Indonesia atas kelanjutan dukungan ini. Partnership ini membuktikan kalau liga kami telah mendapatkan kepercayaan dari para sponsor. Sekarang, tinggal bagaimana kita terus bersama mengembangkannya,” kata Azrul Ananda, direktur DBL Indonesia sekaligus commissioner NBL Indonesia dalam rilis yang didapat Okezone.
GM Indonesia sendiri mengaku antusias bisa kembali meneruskan kerja sama heboh ini. Kembali menjadikan Chevrolet Spark sebagai official car NBL Indonesia.
“Kami melihat, liga ini tumbuh dengan baik, dikemas dengan cara yang inovatif. Terutama, semangat yang diusung untuk menganugerahi olahragawan dengan penghargaan. Yang kami garisbawahi bukan materi, tapi apresiasi yang diberikan,” jelas Aristo Kristandyo, Marketing Communication Manager GM Autoworld Indonesia. “Sejarah yang sudah diukir dengan baik musim lalu harus dilanjutkan. Kembali menjadi pendukung liga basket tertinggi tanah air ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami,” tambahnya.
Aristo juga mengungkapkan, napas Chevrolet Spark selaras dengan semangat NBL Indonesia. “Chevrolet Spark punya slogan Dangerously Amazing. Menurut kami, slogan ini sinergis dengan pemain basket. Meliuk-liuk di lapangan, tapi garang dan powerful dalam membawa bola. Semoga, apresiasi ini semakin memeriahkan basket tanah air yang nyawanya sudah mulai bangkit ini,” pungkas Aristo.
Nantinya, bukan hanya MVP yang mendapatkan Chevrolet Spark. Seorang penonton beruntung juga akan mendapatkan mobil seru tersebut. Caranya sangat mudah, datang dan tonton pertandingan Flexi NBL Indonesia 2011-2012. Sobekan tiket dari semua seri bakal diundi di penghujung Championship Series, yang rencananya digelar di Jogjakarta, 21-26 April 2012. Semakin sering menonton, tentu semakin besar peluang menang.
Seri perdana Flexi NBL Indonesia 2011-2012 berlangsung di C-Tra Arena Bandung pada 10-18 Desember 2011. Kompetisi lantas berlanjut di Solo, Palembang, Denpasar, Surabaya, dan Jakarta, sebelum babak perebutan gelar di Jogjakarta.
Sumber : okezone
Cari Cari News - Meski sudah memastikan lolos ke babak Semifinal, Pelatih Timnas U-23 SEA Games, Rahmad Darmawan tetap menganggap serius pertandingan melawan Malaysia.
Dua hari jelang laga Malaysia, RD mewaspadai beberapa pemain Negeri Jiran tersebut. Bahkan ada pemain yang dianggap RD patut mendapat perhatian lebih.
"Malaysia memiliki pemain yang merata di semua lini. Tapi yang patut diwaspadai adalah nomor punggung 10, Ahmad Baddrol," ujar RD, saat ditemui wartawan pasca latihan Sore Selasa (15/11/2011).
Rencananya RD akan merotasi pemain saat berhadapan dengan Malaysia. Dan akan ada sekitar lima pemain yang akan dirotasi.
"Masih akan kami diskusikan, ada lima pemain yang akan saya rotasi. Tentunya rotasi tersebut untuk semua lini," sambungnya.
Tujuan dari RD melakukan rotasi ini untuk menyegarkan para pemainnya sekaligus memberikan kesempatan bagi para pemain cadangan untuk bermain.
Pada latihan tadi sore, RD kembali menerapkan sesi permainan. Selain itu terlihat Patrich Wanggai dan Andik Vermansyah melakukan latihan terpisah. Kedua pemain tersebut difokuskan untuk mempertajam kemampuan dalam hal tendangan bebas.
Indonesia sendiri merajai Grup A di Sepakbola SEA Games XXVI dengan sembilan poin hasil dari tiga kali kemenangan. Sedangkan Malaysia, masih was-was karena peluangnya masih bisa direbut Singapura sehingga paling tidak mereka bisa menahan imbang Indonesia.
Sumber :okezone
Cari Cari News - Kekalahan Indonesia dari Thailand pada bulutangkis beregu putri sebenarnya tidak mengejutkan. Bagaimanapun juga, Indonesia telah tampil maksimal di pertandingan kali ini.
Harapan Indonesia meraih emas pada cabang bulutangkis beregu putri pupus, setelah menyerah 1-3 di laga final, Senin (14/11/2011). Namun, perjuangan keras ditunjukkan para punggawa Merah Putih pada pertandingan yang dihelat di Istora Senayan, Jakarta.
"Pertaningan lawan Thailand tadi anak-anak sudah tampil maksimal. Tapi, inilah yang kita dapat. Saya ucapkan terima kasih kepada anak-anak yang sudah tampil maksimal," kata manajer tim putri, Maria Fransiska, dalam konferensi pers usai pertandingan.
Sementar pendapat lain diungkapkan koordinator pelatih ganda, Christian Hadinata. Christian menilai pasangan Vita Marissa/Lilyana Natsir merupakan pemegang "kunci" di pertandingan ini.
"Tadi (sebelum pertandingan keempat) mereka unggul 2-1 jadi bermain lepas, kalau Vita/Lilyana menyamakan kedudukan 2-2 pasti hasilnya beda. Kita masih punya peluang di pertandingan lain di tunggal terakhir," pungkasnya.
Sana Sini News - Tim prinsipal Red Bull Racing, Christian Horner, mengamini insiden yang menimpa Sebastian Vettel di GP Abu Dhabi kemarin malam. Setidaknya, insiden yang memaksa Vettel retired tersebut terjadi setelah dia memastikan gelar juara beberapa waktu lalu.
Untuk pertama kalinya Vettel gagal menyelesaikan balapan tahun ini lantaran mengalami kerusakan ban hingga membuat mobilnya melintir di Turn 1.
Di tengah rencana Red Bull menginvestigasi kerusakan ban yang dialami Vettel, Horner malah tidak memusingkan kejadian tersebut dialami sang juara bertahan sekarang.
“Bagus sekali ini terjadi tahun ini, daripada terjadi tahun lalu,” kata Horner sambil tersenyum, dikutip Autosport, Senin (14/11/2011)
Opini Horner jelas masuk akal. Di GP Abu Dhabi tahun lalu, Vettel berjuang keras merebut gelar juara dunia untuk pertama kalinya. Kala itu, Abu Dhabi menggelar seri terakhir balap F1 dan Fernando Alonso masih memimpin klasemen sementara, Vettel berada di posisi tiga.
Pembalap asal Jerman ini akhirnya memastikan gelar juara dunia untuk kali pertama setelah tampil gemilang sepanjang balapan di Yas Marina, sementara laju Alonso terhambat Vitaly Petrov yang memaksanya finis di urutan tujuh.
Sana Sini News - Ardhy Maharani, Atlet menembak putri Indonesia berhasil menyumbangkan emas di nomor 50 Rifle Prone Women. Ini merupakan hasil terbaik yang diraih Ardhy setelah di SEA Games 2009, di mana dia hanya meraih perak beregu.
Putri Palembang itu berhasil menorehkan waktu terbaik dengan total 593 poin, berbeda tipis dengan pesaing terdekatnya asal Thailand Pichitkanjanakul Vitchuda, yang berhasil meraup 592 poin.
Sedangkan, di peringkat ketiga di tempati Majchaceep Sunanta yang berhasil mendaptkan medali perunggu dengan perolehan poin 587.
"Lawan terberat tetap dari Thailand. Saya persembahkan emas ini untuk kedua orang tua saya," kata Reny dengan mata berkaca-kaca.
"Ini merupakan pencapain terbaik saya. Ini SEA Games ajang bergengsi," sambung Reny yang sukses menyumbang emas kedua dari cabang menembak.
Sana Sini News - Usai menumbangkan Tomas Berdych, Roger Federer akan berhadapan dengan Jo-Wilfred Tsonga di final Paris Masters. Tsonga sebelumnya menaklukkan petenis John Isner lewat permainan tiga set.
Kontrak dengan Federer yang dengan mudah menumbangkan Berdych, Tsonga mendapat perlawanan sengit dari Isner. Kemenangan 3-6 7-6 (7/1) 7-6 sukses didapat lewat pertandingan berdurasi tiga jam, Minggu (13/11/2011) dini hari WIB.
Isner tampil mendominasi di sepanjang set pertama yang diakhiri dengan kemenangan 6-3. Namun, Tsonga tidak mau menyerahkan satu tiket final kepada petenis asal Amerika itu.
Tsonga mencoba bangkit di set kedua, meski Isner juga tidak banyak memberinya kesempatan mengumpulkan angka. Namun, unggulan enam ini mampu memaksan tie-break yang kemudian dimenangkannya dengan skor 7-1.
Tsonga membuka set ketiga dengan kemenangan beruntun 3-0. Tapi Isner lagi-lagi memberikan perlawanan sengit dan kembali tercipta tie-break di set ini. Namun, petenis tuan rumah kembali mendominasi tie-break dan memastikan kemenangan 7-3 setelah pukulan forehand-nya tidak dapat dikembalikan lawan.
“Saya terlalu tertekan di awal pertandingan, tapi kemudian saya hanya mencoba menikmati diri sendiri dan itulah cara saya memainkan pertandingan terbaik,” ujar Tsonga selepas laga.
“Saya harus kembali melakukan ini di lapangan saat melawan Roger (Federer),” lanjutnya.
Sana Sini News - Satu lagi petinju Indonesia berpeluang menjadi juara tinju dunia. Setelah Chris John dan Daud Yordan, Angky Angkota berkesempatan meraih gelar juara dunia kelas bantam (53,5 kg) WBO saat melakoni duel melawan petunju Meksiko, Jorge Arce di Mozatlan, Meksiko, pada 26 November 2011 mendatang.
Bila Angky benar-benar memenangi laga tersebut, maka Mahkota Promotion melalui promotor Raja Sapta Oktohari akan menyandingkannya dengan Chris John dan Daud Yordan dalam satu paket kejuaraan dunia.
Angky Angkota yang kini menempati peringkat 4 dunia di WBO merupakan penyandang gelar juara kelas bantam WBO Asia Pasifik. Petinju berusia 30 tahun tersebut memiliki rekor pertandingan 25 (14 KO)-5-0 .
Sementara lawannya, Jorge Arce merupakan pemegang juara dunia kelas bulu yunior WBO. Untuk menghadapi Angky, Arce yang kini berusia 32 tahun tersebut mengantongi rekor 58 (45 KO)-6-2.
Duel Angky versus Arce sendiri merupakan laga kedua atau rematch setelah pada 30 Januari 2010 Angky kalah technical decision di ronde ke-7. Mereka akan memperebutkan gelar lowong WBO yang ditanggalkan petinju Filipina, Nonito Donaire.


















