Cari Cari News - Musikalitas ala K-pop kini mendapat publisitas tinggi dari media karena memang sedang digandrungi remaja di berbagai belahan dunia.
Grup band Raina memanfaatkan pasar yang sedang riuh dengan kemasan K-Pop. Namun, Raina tidak ikut-ikutan berkonsep boyband, mereka adalah band beraliran pop yang terdiri dari Daniel (vokal), Thoriq (gitar) dan Arbie (bass). Mereka berpenampilan ala penyanyi K-pop.
"Kita berada di jalur pop, yang bikin kita beda adalah style kita yang lebih ke K-pop. Kebetulan dari dulu kita suka banget sama fesyen Korea," terang Daniel saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Band yang aktif 6 Februari 2009 ini sangat terinspirasi dengan band asal Korea Selatan, CNBLUE. Mereka berharap Raina bisa mengikuti popularitas CNBLUE kelak.
"Jujur kami terinspirasi dengan CNBLUE. Mereka itu band korea yang paketnya paling komplit. Good looking, variasi fesyennya keren, dan musikalitas mereka juga mantap. Suatu saat mimpi kami bisa se-booming dia," harap Daniel.
Sebagai singel jagoan, Raina mendapuk lagu Terlalu Mencintaimu. Menjajal promo mulai pulau Jawa hingga Lampung. Saat ini, mereka sangat senang karena mendapat antusias dari masyarakat pecinta musik.
"Alhamdulillah responnya baik, single kita juga udah wara wiri jadi soundtrack di beberapa judul FTV," ucap Thoriq.
Raina yang diambil dari bahasa Jawa kuno yang artinya siang. Mereka berharap bisa menerangi kancah musik Indonesia.
"Setelah single ini, kita udah punya beberapa lagu buat nanti digarap ke album. Banyak band pop, tapi kita yakin kita bisa menerangi hari-hari pendengar kita terus," tandas Arbie.(tre)
Grup band Raina memanfaatkan pasar yang sedang riuh dengan kemasan K-Pop. Namun, Raina tidak ikut-ikutan berkonsep boyband, mereka adalah band beraliran pop yang terdiri dari Daniel (vokal), Thoriq (gitar) dan Arbie (bass). Mereka berpenampilan ala penyanyi K-pop.
"Kita berada di jalur pop, yang bikin kita beda adalah style kita yang lebih ke K-pop. Kebetulan dari dulu kita suka banget sama fesyen Korea," terang Daniel saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Band yang aktif 6 Februari 2009 ini sangat terinspirasi dengan band asal Korea Selatan, CNBLUE. Mereka berharap Raina bisa mengikuti popularitas CNBLUE kelak.
"Jujur kami terinspirasi dengan CNBLUE. Mereka itu band korea yang paketnya paling komplit. Good looking, variasi fesyennya keren, dan musikalitas mereka juga mantap. Suatu saat mimpi kami bisa se-booming dia," harap Daniel.
Sebagai singel jagoan, Raina mendapuk lagu Terlalu Mencintaimu. Menjajal promo mulai pulau Jawa hingga Lampung. Saat ini, mereka sangat senang karena mendapat antusias dari masyarakat pecinta musik.
"Alhamdulillah responnya baik, single kita juga udah wara wiri jadi soundtrack di beberapa judul FTV," ucap Thoriq.
Raina yang diambil dari bahasa Jawa kuno yang artinya siang. Mereka berharap bisa menerangi kancah musik Indonesia.
"Setelah single ini, kita udah punya beberapa lagu buat nanti digarap ke album. Banyak band pop, tapi kita yakin kita bisa menerangi hari-hari pendengar kita terus," tandas Arbie.(tre)
Cari Cari News - Banyaknya band baru tetap membuat Kinetik Band yakin bisa bersaing. Buktinya, mereka bergerak dengan melahirkan mini album yang bertajuk 'Kejutan'.
Band asal Bandung yang di motori oleh Alze (vokal), Dimas Adista (synth dan loop), Josh Maramis (gitar), Guggie Syarif (gitar), Joddy P Tjakrawinata (bas), dan Fikri Budi (drum) ini tak akan melupakan jasa mantan vokalis The Fly, B’jah yang telah menggembleng mereka untuk menggarap karya yang baik.
"B'jah adalah mentor kami yang banyak memberikan masukan dan saran. Dia juga yang membuat kita bisa jalan hingga seperti ini," ujar Guggie, gitaris Kinetik band saat peluncuran mini album Kinetik di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, belum lama ini.
Mereka menyiapkan secara baik dari segi musikalitas enam buah lagu di album Kejutan ini yang beragam rasa musik. Sebagai single jagoan, Kinetik meluncurkan lagu ‘Pecundangi Kamu’.
"Kalau makan gado-gado, enggak tahunya doang. Nah, enam lagu ini menggambarkan Kinetik, lengkap seperti gado-gado," ucap Dimas.
Tak hanya itu, lagu Tragis, Amunisi, Kejutan, Ambil Dia, dan Tahukah Kamu juga disiapkan Kinetik untuk memanjakkan telinga pendengar dengan lirik percintaan yang lumrah dialami setiap orang, namun masih dalam jalur alternative rock yang kental.
"Intinya dari kita, kita sadar akan industri yang ada sekarang cukup memprihatinkan, tapi dari kita musisi, tugas kita adalah berkarya menghasilkan musik yang baik. Kita pengen sedikit ada edukasinya pada penikmat musik,” tandas Guggie yang juga mantan gitaris Marvells. (rik)
Band asal Bandung yang di motori oleh Alze (vokal), Dimas Adista (synth dan loop), Josh Maramis (gitar), Guggie Syarif (gitar), Joddy P Tjakrawinata (bas), dan Fikri Budi (drum) ini tak akan melupakan jasa mantan vokalis The Fly, B’jah yang telah menggembleng mereka untuk menggarap karya yang baik.
"B'jah adalah mentor kami yang banyak memberikan masukan dan saran. Dia juga yang membuat kita bisa jalan hingga seperti ini," ujar Guggie, gitaris Kinetik band saat peluncuran mini album Kinetik di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, belum lama ini.
Mereka menyiapkan secara baik dari segi musikalitas enam buah lagu di album Kejutan ini yang beragam rasa musik. Sebagai single jagoan, Kinetik meluncurkan lagu ‘Pecundangi Kamu’.
"Kalau makan gado-gado, enggak tahunya doang. Nah, enam lagu ini menggambarkan Kinetik, lengkap seperti gado-gado," ucap Dimas.
Tak hanya itu, lagu Tragis, Amunisi, Kejutan, Ambil Dia, dan Tahukah Kamu juga disiapkan Kinetik untuk memanjakkan telinga pendengar dengan lirik percintaan yang lumrah dialami setiap orang, namun masih dalam jalur alternative rock yang kental.
"Intinya dari kita, kita sadar akan industri yang ada sekarang cukup memprihatinkan, tapi dari kita musisi, tugas kita adalah berkarya menghasilkan musik yang baik. Kita pengen sedikit ada edukasinya pada penikmat musik,” tandas Guggie yang juga mantan gitaris Marvells. (rik)
Cari Cari News - Jika setiap band ingin menjadi nomor satu, tak demikian dengan band pendatang baru, Nagari Mereka tak berambisi menjadi band nomor satu di Indonesia.
"Kami enggak ingin jadi band nomor satu. Tapi kami ingin satu-satunya di Indonesia. Kami punya karakter yang beda," kata Caesar, basis band ini saat rilis album mereka di kawasan Cawang, Jakarta, belum lama ini.
Sebagai langkah awal di industri musik Indonesia, band yang berdiri sejak tahun 2009 ini merilis album perdana berjudul 'Persembahan untuk Ibu'. Lagu berjudul Ibu dipilih menjadi single perdana dari sembilan lagu milik band yang terdiri dari Caesar (bas), Eki (gitar) dan Nita (vokal) ini.
"Sound yang kita punya itu seperti belum dimixing. Itu yang membuat kita mudah dikenali. Semoga dengan album perdana kita bisa mendapat tempat di pecinta musik dan industri musik Indonesia," harapnya.
Nama Nagari sendiri kependekan dari New All Generation Rock of Indonesia. Dari namanya saja sudah bisa ditebak jenis musik apa yang dimainkan band asal Jakarta ini.
"Kita sebenarnya tidak mau mengkotak-kotakan jenis musik tertentu. Tapi karena sekarang musik yang ada itu seragam kita ingin tampil beda. Musik kita rock tapi juga kita gabungkan dengan unsur musik yang lain," jelasnya. (rik)
"Kami enggak ingin jadi band nomor satu. Tapi kami ingin satu-satunya di Indonesia. Kami punya karakter yang beda," kata Caesar, basis band ini saat rilis album mereka di kawasan Cawang, Jakarta, belum lama ini.
Sebagai langkah awal di industri musik Indonesia, band yang berdiri sejak tahun 2009 ini merilis album perdana berjudul 'Persembahan untuk Ibu'. Lagu berjudul Ibu dipilih menjadi single perdana dari sembilan lagu milik band yang terdiri dari Caesar (bas), Eki (gitar) dan Nita (vokal) ini.
"Sound yang kita punya itu seperti belum dimixing. Itu yang membuat kita mudah dikenali. Semoga dengan album perdana kita bisa mendapat tempat di pecinta musik dan industri musik Indonesia," harapnya.
Nama Nagari sendiri kependekan dari New All Generation Rock of Indonesia. Dari namanya saja sudah bisa ditebak jenis musik apa yang dimainkan band asal Jakarta ini.
"Kita sebenarnya tidak mau mengkotak-kotakan jenis musik tertentu. Tapi karena sekarang musik yang ada itu seragam kita ingin tampil beda. Musik kita rock tapi juga kita gabungkan dengan unsur musik yang lain," jelasnya. (rik)
Cari Cari News - Kelompok musiK VNS (Voiceless N Soulastic) tak habis akal menggairahkan penjualan CD di Indonesia yang merosot tajam selama bertahun-tahun, karena dikalahkan mafia pembajakan.
Mereka menggunakan gimmick marketing yang bisa ditiru oleh musisi lain. Bekerjasama dengan toko CD Aquarius di Jalan Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, VNS langsung menjumpai puluhan penggemarnya di sana.
VNS menggiring para penggemar untuk langsung membeli CD asli, diberikan bonus tandatangan dan sesi foto bareng.
“Kita jangan kalah sama pembajak. Untuk merangsang membeli CD asli, kita bisa langsung menemui para penggemar. Mereka pastinya senang ketemu kita. Apalagi kasih bonus tandatangan sama foto bareng,” kata Widya ditemui di toko CD Aquarius, Jalan Mahakam, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Selain itu, mereka juga memberikan hadiah perform panggung mini dengan konsep akustikan di depan para penggemarnya.
Album perdana band yang digawangi Widya 'Uap' Ayu (vokal), Jeremia Yordan (kibord), Edgar Rompas (drum), Caraka Hartawan (gitar), dan Tegar Maulana (bas) diberi tajuk ‘Yang Pertama’.
Album ini berisi 10 lagu yang memadukan musik pop dengan sentuhan soul, jazz, fushion, dan blues. Mereka juga memperkenalkan lagu jagoannya yang berjudul Cinta Cinta Cinta, dan Bukan Dirimu.
Widya yang akrab disapa Uap, menganggap penggemar adalah segalanya. Bahkan, kelompok band yang didirikan pada 12 Januari 2008 itu menganggap penggemar adalah teman dekat.
“Kita tidak pernah sebut penggemar, mereka adalah teman. Saat ada festival misalnya kalau tidak ada panitia, kita suka ajak mereka masuk diam-diam. Ya, sudah kayak teman sendiri soalnya,hahaha,” tutupnya.
Sumber : okezone
Sana Sini News - Grup girlband dan boyband tengah berjamuran di Indonesia. Namun, 6 Starz berani bilang bukan grup girlband biasa.
Kamis (10/11) siang, redaksi okezone kedatangan enam gadis cantik yang tergabung dalam grup girlband 6 Starz. Di depan awak redaksi, mereka show case menyanyi dan menari. Itu menunjukkan kalau 6 Starz grup girlband yang tidak biasa.
Grup yang digawangi oleh Glow, Priscillia, Yoana, Jessica, Jennifer, dan Lenny menyanyikan tembang perdana berjudul Pretty Woman. Dengan high heels setinggi 14 cm, keenam personel menyuguhkan tarian dengan baik.
Lagu Pretty Woman diciptakan oleh Zacky ‘Kapten’ dengan sentuhan aransemen musisi kondang DJ Soemantri, yang sebelumnya sukses menggarap musik Cinta Laura.
“Lagu yang kita nyanyikan saja lebih nge-dance. Sementara untuk penampilan panggung, kita selalu tampil secara konseptual. Misalnya untuk sebuah penampilan, kita hadir dengan busana layaknya angkatan laut. Di kesempatan lain, kita bisa tampil dengan busana layaknya pelajar-pelajar di Jepang,” papar Glow.
Yang menarik dari girlband ini adalah, para personelnya yang sebagian besar memiliki latar belakang sebagai penari. Salah satunya adalah Glow. Bakat menari Glow terlihat paling menonjol saat 6 STARZ manggung. Sebelum memutuskan bergabung dengan 6 STARZ, Glow pernah bergabung sebagai penari professional di United Dance Work (UDW) manajemen. UDW adalah dancer atau penari latar penyanyi Cinta Laura, juga di sejumlah program televisi.
Jika SNSD memiliki Hyoyeon yang dijuluki dancing queen karena mahir menari. Di 6 Starz, Glow diakui teman-temannya mendapatkan julukan yang sama.
Lantas, siapkah kalau nanti battle menari dengan personel 7 Icons atau Cherry Belle?
“Bagi saya dan teman-teman, 6 Starz -lah yang memiliki kelengkapan sebagai girlband di Indonesia. Silakan diadu dengan yang lain, kita siap. Kita memiliki tarian yang rumit dan punya teknik,” tandasnya.
Sementara ini, 6 Starz sibuk memenuhi undangan on air. Kata Yoana, grupnya bisa manggung tiga kali sehari di televisi.
(tre)



